Amandirumah-Banner-Katadata-Truk-C1-1024x264
Minggu, 7 Maret 2021
Amandirumah-Banner-Katadata-Truk-C1-1024x264

To’ Pao, Situs Sejarah Adat Mamasa yang Terabaikan

IMG20201113111039

To’ Pao, Situs Sejarah Adat Mamasa yang Terabaikan

JOURNALMAMASA, MAMASA – To’ Pao berasal dari dua suku kata yaitu To’ berarti pohon, sedangkan Pao berarti Mangga.

To’ Pao hingga kini masih berdiri kokoh di tengah Kota Mamasa sejak ditanam sebagai sebuah ikrar pada ratusan tahun lalu.

To’ Pao tumbuh rimbun dan subur di Jl. pembangunan, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulbar.

Pohon Mangga ini disebut sebagai bukti sejarah terbentuknya kehadatan Limbong Kalua, yang kini disebut Kabupaten Mamasa.

Konon Pohon mangga ini ditanam pada abad ke-18. ketika itu sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat menggelar musyawarah adat pertama di Mamasa.

Di tempat inilah lahir sejumlah kesepakatan pemuka adat yang hingga kini masih dipegang teguh para tokoh adat dan masyarakat pada umumnya.

To’ Pao sebagai tempat lahirnya sumpah adat di wilayah Limbong Kalua, kini dijadikan sebuah situs sejarah Kabupaten Mamasa.

Tetapi sayang, situs ini nyaris terabaikan, terlihat kumuh dan tak terurus. Di depan pintu masuk berjejer kandang ayam milik pedagang ayam yang seakan tak elok dipandang mata.

Karena terlihat kumuh dan tak terurus, situs sejarah ini pun dikeluhkan oleh Komunitas Peduli Pariwisata Mamasa Jelajah Kondo Sapata’ (JKS), Reski Marsan.

Reski mengatakan, To’ Pao merupakan bukti sejarah, khususnya wilayah kehadatan Limbong Kalua. Tetapi kondisi To’ Pao kini sangat memprihatinkan.

SEBARKAN

Aman-di-rumah
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x