Curhat Tenaga Kontrak di Mamasa, Hampir 5 Bulan Belum Terima Gaji

Foto: Ilustrasi tenaga kesehatan/kanal pengetahuan

JOURNALINVESTIGASI.COM, MAMASA – Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, tenaga kesehatan bertanggung jawab melindungi, memelihara dan meningkatkan kesehatan penduduk atau masyarakat.

Dengan begitu, tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. 

Lalu bagaimana jika hak yang didapatkan tenaga kesehatan, perbandingan terbalik dengan tanggung jawab yang diemban? 

Seperti yang dialami hampir seluruh honorer tenaga kesehatan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. 

Belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial kalangan masyarakat Mamasa, adanya tenaga kesehatan yang diduga mogok kerja di RSUD Kondosapata, lantaran gajinya belum dibayarkan. 

Belakangan ketahuan bahwa ternyata bukan hanya gaji tenaga kesehatan di RSUD Kondosapa yang belum dibayangkan. 

Bahkan hampir seluruh tenaga kesehatan di 17 Puskesmas di Kabupaten Mamasa, belum dibayarkan gajinya sejak Maret 2022.

Padahal profesi tenaga medis yang berstatus kontrak khusunya perawat dan bidan, hanya dihargai Rp. 700 ribu per bulan. 

Parahnya lagi, gaji itu harus ditunggu hingga berbulan-bulan. 

“Tak adil rasanya jika tanggung jawab besar digaji Rp. 700 ribu dan telatnya berbulan-bulan,” ungkap Salah seorang tenaga kesehatan yang enggan disebut namanya, kepada Journalinvestigasi.com, Senin 4 Juli 2022.

Kepada awak media, tenaga kesehatan yang enggan disebut namanya, mengaku terakhir menerima gaji pada Februari 2022 lalu. 

Ia berharap, gajinya telah dibayarkan pada Juni 2022 kemarin, namun harapan itu tak sesuai ekspektasi. 

Pos terkait